Posted by: nana mulyana | June 9, 2011

“Surat Untuk Osama”

“Surat Untuk Osama”
Karya : Anis Matta, Lc

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.
Read More…

Posted by: nana mulyana | June 9, 2011

WHY GIRLS SHOULD MARRY AN ENGINEER ?

WHY GIRLS SHOULD MARRY AN ENGINEER ?
by Bal Lissta on Friday, September 3, 2010 at 12:07am

Why you should marry an Engineer Let me tell you why girls should eventually marry an engineer over a Law, Management, Arts or Medical School Graduate. He has three distinct advantages over the rest of the graduates.
Read More…

Posted by: nana mulyana | June 9, 2011

Cerita tentang Kejujuran

Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menceritakan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan, sebagai berikut.

Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, Mahatma Gandhi.
Read More…

Posted by: nana mulyana | May 10, 2011

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
Bab I dari Buku : Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)

Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan

sebuah dongeng sebelum memulai…

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.
Read More…

Posted by: nana mulyana | October 21, 2009

PIDATO INAGURASI SBY SAAT PELANTIKAN

Assalamualaikum Wr Wb.

Yang saya hormati Wakil Presiden Republik Indonesia , Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan, serta utusan khusus dari negara-negara sahabat, Yang saya hormati para Ketua, para Wakil Ketua dan anggota lembaga-lembaga negara, Yang mulia para duta besar serta para pimpinan organisasi internasional, Yang saya hormati para gubernur kepala daerah seluruh Indonesia , Saudara-saudara se-bangsa se-Tanah Air, hadirin sekalian yang saya muliakan,

Hari ini dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, saya dan saudara Prof Dr Boediono baru saja mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengemban amanah rakyat lima tahun mendatang.

Pada kesempatan yang bersejarah dan Insya Allah penuh berkah ini, saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan anggota MPR RI, Pimpinan dan anggota DPR RI, Pimpinan dan anggota DPD RI, beserta pimpinan dan anggota lembaga-lembaga negara lainnya masa bakti 2004-2009 yang telah bersama-sama bekerja keras membangun bangsa dan negara kita menuju masa depan yang lebih baik.

Kepada Saudara Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden periode 2004-2009 yang telah mendampingi saya selama lima tahun terakhir, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas jasa dan pengabdian saudara baik kepada pemerintah maupun kepada bangsa dan negara. Pengabdian saudara tercatat abadi dalam sejarah perjalanan bangsa dan akan dikenang sepanjang masa.

Kepada segenap jajaran Kabinet Indonesia Bersatu masa bakti 2004-2009, saya ucapkan pula terima kasih dan penghargaan saya atas upaya yang sungguh-sungguh dalam menjalankan dan menyukseskan program-program pembangunan nasional yang sarat dengan tantangan dan permasalahan yang rumit.

Saudara-saudara, kita baru saja melewati periode sejarah 2004-2009 yang penuh dengan tantangan. Hari ini Bangsa Indonesia patut bersyukur dan berbesar hati, di tengah gejolak dan krisis politik di berbagai wilayah dunia, kita tetap tegak dan tegar sebagai negara demokrasi yang makin kuat dan stabil.

Di tengah badai finansial dunia, ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif dan diprediksi akan mengalami pertumbuhan nomor tiga tertinggi di dunia. Di tengah maraknya konflik dan disintegrasi di berbagai wilayah dunia lain, Bangsa Indonesia semakin rukun dan bersatu.

Karena itu tepatlah kalau dalam beberapa hari ini berbagai televisi internasional muncul tayangan yang menyebut bangsa kita sebagai “remarkable Indonesia”, bangsa yang dinilai berhasil dalam mengatasi krisis dan tantangan yang berat dan kompleks sepuluh tahun terakhir ini.

Namun semua itu janganlah membuat kita lemah, lalai, apalagi besar kepala. Ingat, pekerjaan besar kita masih belum selesai. Ibarat perjalanan sebuah kapal, ke depan kita akan mengarungi samudera yang penuh dengan gelombang, dan badai.

Di luar Indonesia , krisis perekonomian global belum sepenuhnya usai. Perdagangan dan arus investasi dunia belum pulih. Sementara itu, harga minyak dan berbagai komoditas masih berfluktuasi yang dapat menghantam stabilitas dan kepastian ekonomi kita. Oleh karena itu, walaupun secara gejala perbaikan perekonomian dunia mulai terlihat, namun kita tidak boleh berhenti untuk terus memperkuat sendi-sendi perekonomian kita seraya tetap melanjutkan upaya nasional untuk meminimalkan dampak dari krisis dunia dewasa ini.

Di dalam negeri, kita bersyukur reformasi telah berjalan makin jauh, namun masih belum tuntas. Upaya untuk membangun Good Governance dan memberantas korupsi mulai membuahkan hasil, namun masih perlu terus ditingkatkan. Kemiskinan sudah banyak berkurang, namun upaya peningkatan kesejahteraan rakyat perlu terus dilanjutkan.

Pengalaman menunjukkan setiap prestasi yang kita capai biasanya akan disusul oleh tantangan-tantangan baru. Tetapi saya percaya semua tantangan itu, baik yang sudah kita ketahui maupun yang belum dapat kita bayangkan akan dapat kita hadapi dan atasi bersama. Insya Allah Bangsa Indonesia akan terus maju meningkatkan kehidupannya yang lebih baik.

Saudara-saudara, tahun ini kita menyaksikan rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam Pemilihan Umum yang berlangsung secara damai dan demokratis. Ini adalah kali ketiga kita mampu menyelenggarakan Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil. Kita semua mampu melaksanakan kompetisi politik dengan penuh etika dan kedewasaan.

Dalam Pemilihan Umum, kalah atau menang adalah hal yang biasa. Dalam demokrasi, kita semua menang, demokrasi menang, rakyat menang, Indonesia menang. Berkaitan dengan itu pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan rasa hormat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Prabowo Subianto, serta Bapak Muhammad Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto atas partisipasi aktif dan kegigihan beliau-beliau sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan tahun 2009. Mereka adalah putra-putri bangsa yang ikut berjasa memekarkan kehidupan demokrasi di tanah air kita.

Hari ini saya mengajak semua komponen bangsa untuk kembali bersatu dan bersama-sama membangun bangsa, membangun masa depan kita semua. Dengan semangat baru dan kebersamaan, mari kita songsong pembangunan lima tahun ke depan dengan penuh optimisme dan rasa percaya diri..

Dalam menjalankan amanah rakyat lima tahun mendatang, saya bersama wakil presiden telah menetapkan program seratus hari, program satu tahun, dan program lima tahun ke depan. Esensi dari program lima tahun mendatang adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, dan penegakan keadialan. Prosperity, democracy, and justice.

Peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan prioritas utama. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan keunggulan daya saing, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan sumber daya manusia. Ekonomi kita harus tumbuh semakin tinggi, namun pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan adalah pertumbuhan yang inklusif, pertumbuhan yang berkeadilan, dan pertumbuhan disertai pemerataan.

Kita juga ingin membangun tatanan demokrasi yang bermartabat, yaitu demokrasi yang memberikan ruang kebebasan dan hak politik rakyat tanpa meninggalkan stabilitas dan ketertiban politik.

Kita juga ingin menciptakan keadilan yang lebih baik, ditandai dengan penghormatan terhadap praktik kehidupan yang non diskriminatif, persamaan kesempatan, dan tetap memelihara kesetiakawanan sosial dan perlindungan bagi yang lemah.

Saudara-saudara, untuk mewujudkan cita-cita kita semua, utamanya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat demokrasi dan meningkatkan keadilan, ada sejumlah kunci sukses yang perlu kita pedomani dan jalankan bersama.

Pertama, jangan pernah kita menyerah dan patah semangat. Ingat, segala keberhasilan monumental bangsa kita dari revolusi, pembangunan nasional, reformasi, penyelesaian berbagai konflik, termasuk penanganan tsunami, semuanya ini hanya bisa dicapai dengan keuletan dan semangat tak kenal menyerah. Sebagaimana sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, kita harus selalu mengobarkan semangat harus bisa. ´Can do spirit´. Ke depan, dengan semangat Indonesia bisa kita akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia. Dengan semangat inilah kita akan menegakkan “good governance” dan membasmi korupsi. Dengan semangat ini pulalah kita akan terus mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Kunci sukses yang kedua adalah perlu terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Dalam demokrasi kita bisa berbeda pendapat, namun tidak berarti harus terpecah belah. Dalam demokrasi yang sehat, ada masanya kita berdebat, ada masanya kita merapatkan barisan. Dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang kian berat, para pemimpin bangsa apa pun warna politiknya harus bisa terus menjaga kekompakan, mencari solusi bersama, dan sedia berkorban untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Oleh karena itu, dalam melanjutkan pembangunan bangsa yang tidak pernah sepi dari tantangan dan dalam melaksanakan reformasi gelombang kedua sepuluh tahun mendatang, marilah terus kita pupuk dan perkokoh persatuan dan kebersamaan kita.

Kunci sukses yang ketiga adalah kita harus menjaga jati diri kita, ke-Indonesia- an kita. Yang membedakan Bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain adalah budaya kita, “way of life” kita, dan ke-Indonesia- an kita. Ada identitas dan kepribadian yang membuat Bangsa Indonesia khas, unggul, dan tidak mudah goyah. Ke-Indonesia- an kita tercermin dalam sikap pluralisme atau kebhinnekaan, kekeluargaan, kesantunan, toleransi, sikap moderat, keterbukaan, dan rasa kemanusiaan. Hal-hal inilah yang harus kita jaga, kita pupuk dan kita suburkan di hati sanubari kita dan di hati anak-anak kita. Inilah modal sosial dan potensi nasional yang paling berharga.

Hadirin yang saya muliakan, rakyat Indonesia yang saya banggakan, mengakhiri pidato ini saya mengajak segenap rakyat Indonesia untuk terus melangkah maju sebagai sebuah bangsa yang besar, rukun dan bersatu, bangsa yang senantiasa tegak dan tegar menghadapi tantangan berlandaskan empat pilar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945, da Bhineka Tunggal Ika.

Kepada para tamu negara-negara sahabat di tengah-tengah kita, terimalah salam persahabatan Bangsa Indonesia . Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya juga akan mengambil bagian sebagaimana disampaikan oleh Bapak Taufiq Kiemas tadi untuk ikut mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Sultan Brunei Darussalam, Paduka Yang Mulia Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Timor Leste Yang Mulia Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Singapura Yang Mulia Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Australia Yang Mulia Kevin Rudd, dan Perdana Menteri Malaysia Yang Mulia Datuk Sri Muhammad Najib Tun Haji Abdul Razak.Saya juga mengucapkan selamat datang kepada utusan khusus dari Thailand, Republik Korea, Amerika Serikat, Republik Ceko, Srilanka, Selandia Baru, Jepang dan Filipina. Kedatangan sahabat-sahabat internasional dalam inagurasi hari ini merupakan simbol “goodwill” dan kehormatan yang tiada taranya bagi Bangsa Indonesia .

Kepada dunia internasional saya ingin menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik bebas aktif dan akan terus berjuang untuk keadilan dan perdamaian dunia. Indonesia akan mengobarkan nasionalisme yang sejuk, yang moderat dan yang penuh persahabatan, sekaligus mengusung internasionalisme yang dinamis.

Indonesia kini menghadapi lingkungan strategis yang baru di mana tidak ada negara yang menganggap Indonesia musuh dan tidak ada negara yang dianggap Indonesia sebagai musuh. Dengan demikian, Indonesia kini dapat dengan leluasa menjalankan “all direction foreign policy”, di mana kita dapat mempunyai “a million friends and zero enemy”.

Indonesia akan bekerjasama dengan siapa pun yang memiliki niat dan tujuan sama, utamanya untuk membangun tatanan dunia yang damai, adil, demokratis, dan sejahtera. Indonesia akan terus berada di garis depan dalam upaya untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik.. Kami akan terus menjadi pelopor dalam upaya penyelamatan bumi dari perubahan iklim.

Dalam reformasi ekonomi dunia, utamanya melalui G20 dalam memperjuangkan Millenium Development Goals, dalam memajukan multilateralisme melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dalam mendorong tercapainya kerukunan antar peradaban, harmony among civilization.

Di tingkat kawasan, Indonesia akan terus berikhtiar bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya untuk mewujudkan komunitas ASEAN dan menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, sejahtera, dan dinamis.

Akhirnya kepada segenap rakyat Indonesia di mana pun saudara berada, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang saudara berikan kepada saya dan Prof Dr Boediono untuk melanjutkan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. Mari kita lanjutkan kerja keras dan kerja cerdas kita guna mencapai prestasi pembangunan yang lebih baik lagi di masa depan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita dalam membangun bangsa dan negara menuju bangsa yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.

Terima Kasih,

Wassalaamu´alaikum Wr Wb.

Posted by: nana mulyana | October 3, 2009

BUDAYA LITERASI IDENTITAS BUDAYA MODERN

“Jangan sering-sering bawa anak-anak ke supermarket, bawalah mereka ke toko buku”. Kalimat sederhana, tetapi penuh makna. Hal kecil tetapi akan berdampak besar. Sesuatu yang sering diabaikan padahal begitu penting. Sepenggal aktivitas keseharian ini akan membedakan masa depan seseorang, kelompok, bangsa, bahkan peradaban. Aktivitas itu adalah sekedar membelokan arah jalan-jalan keluarga, dari mall-mall ke toko buku.

Kita semua menyadari bahwa dunia telah berubah, budayanya pun berubah. Sudah lebih dari dua ribu tahun manusia meninggalkan zaman prasejarah. Zaman ketika budaya pandang, dengar, dan bicara menjadi sarana komunikasinya. Ketika manusia sudah mulai mendokumentasikan ide, gagasan, informasi yang ingin disampaikan, lahirlah zaman sejarah. Pembeda antara zaman sejarah dengan prasejarah adalah ada tidaknya tulisan, ada tidaknya budaya baca-tulis. Kegiatan membaca dan menulis inilah yang kemudian disebut sebagai budaya literasi.

Membaca di zaman ini bukan sekedar kegiatan mengeja huruf lalu merangkaikannya menjadi sebuah kata, kalimat, paragraf, dan wacana. Membaca adalah sebuah “life skill” di era informasi. Membaca telah berubah urgensinya dari sekedar menambah wawasan atau menghilangkan penat, yang sifatnya sekunder, menjadi kebutuhan hidup yang sifatnya primer.  Artinya, ketika manusia modern tidak memiliki kebiasaan membaca, sebagian kebutuhan hidupnya belum terpenuhi, yaitu kebutuhan akan informasi.

Di zaman ini, informasi menjadi “barang” yang sangat penting. Semakin benar, akurat, dan lengkap informasi yang dimiliki, semakin tepat keputusan yang dihasilkan. Keputusan-keputusan yang direalisasikan ini kemudian akan berdampak pada masa depan. Artinya masa depan kita dipengaruhi oleh keputusan yang kita ambil dan keputusan ini tergantung pada informasi yang kita dapat. Membaca merupakan aktivitas penting penggali informasi.

Mungkin terlintas dalam benak kita bahwa banyak cara untuk mendapat informasi, tidak hanya membaca. Kita dapat memperoleh informasi dengan mendengar kaset, radio, audio CD  atau menonton video. Akan tetapi, ada hal-hal tertentu yang tidak didapatkan dengan mendengar dan menonton. Diantaranya adalah ketika kita membaca, sel-sel otak kita aktif mencerna dan berpikir tentang apa yang dibaca. Hal ini tidak didapatkan ketika menonton dan mendengar. Seringkali ketika kita mendengarkan sesuatu, kita kehilangan konsentrasi, pikiran kita melayang entah kemana. Ini karena kecepatan mendengar kita berkali lipat lebih cepat dibandingkan kemampuan orang berbicara. Ketika ada jeda informasi, pikiran melayang mencari informasi lain.

Menonton, lebih parah lagi jika tidak ada nuansa belajar di dalamnya. Pada saat menonton, sel-sel otak kita diserang banyak sekali informasi baik berupa gambar, warna, kata-kata maupun suara. Hal ini membuat otak kita pasif, hanya menerima informasi saja, tanpa sempat mencernanya. Selain itu, membiasakan diri membaca berarti melatih kemampuan imajinasi pencitraan kata, sekaligus juga belajar menulis.

Unsur lain dari budaya literasi adalah menulis. Membaca dan menulis bagaikan yin dan yang dalam filosofi Cina. Kedua aktivitas ini menjaga keseimbangan, ada input ada output: ada yang diterima dan ada yang diberikan. Ketiadaan salah satunya menjadikan ketidakseimbangan dalam kehidupan. Adanya aktivitas membaca dikarenakan adanya tulisan dari aktivitas menulis. Begitu juga sebaliknya, seseorang tidak akan bisa menulis jika ia tidak mempunyai jam terbang yang cukup dalam membaca.

Seiring semakin berkembangnya dunia telekomunikasi dan informasi, budaya baca-tulis menjadi identitas budaya baru di dunia modern ini. Kebiasaan membaca diperlukan untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Sementara itu, kebiasaan menulis diperlukan untuk ‘menggenerate content’ menghasilkan isi yang akan memperkaya pengetahuan. Budaya membaca kemudian membentuk budaya download sedangkan budaya menulis menuntut lahirnya budaya upload.

Dunia modern membutuhkan keseimbangan aliran informasi. Kelebihan informasi terjadi dikarenakan usaha downloadnya lebih besar daripada usaha untuk mengupload. Hal ini akan berdampak tidak baik. Budaya download yang berlebihan tanpa diiringi dengan budaya upload mencerminkan budaya yang tidak produktif. Oleh karena itu diperlukan penyeimbangan budaya download dan budaya upload.

Kebutuhan puncak manusia adalah aktualisasi diri. Kebutuhan akan ekonomi, keamanan, dan spiritual pun tidak bisa menggantikan kebutuhan aktualisasi diri. Hebatnya, dengan menulis, kebutuhan ini dapat tersalurkan. Penulis dapat menuliskan apapun sesuai kehendaknya. Ia dapat menuangkan ide, menabur opini, memainkan argumen, menyemai kebijaksanaan, merangkai puisi, atau sekedar menampung ide-ide gila. Ajang aktualisasi diri membuat seorang penulis eksis di dunianya.

Hal yang sangat penting dari itu semua, menulis tidak hanya sekedar hobi dan ajang aktualisasi diri, tapi dapat menjadi senjata propaganda yang efektif untuk menyebarkan suatu opini di era modern ini. Setiap kali tulisan diluncurkan, ia akan hinggap menjadi pemikiran di kepala pembacanya. Ketika pembaca ini terpengaruh, ia mulai bergerak melaksanakan apa yang ada di pikirannya. Selain itu, ia juga ikut menyebarkan gagasannya kepada orang lain.   Semakin  banyak orang yang terpengaruh, semakin meluas pula dampak opini ini. Ketika skala penyebaran semakin meluas, hingga sampai ke pikiran para pemegang kebijakan di berbagai negara, sang penulis pun berkontribusi mengubah dunia dengan pikirannya. Bahkan dengan semakin canggihnya dunia informasi dan telekomunikasi, sekali kita mempublikasikan suatu tulisan di internet, seluruh dunia akan melihatnya saat itu juga.

Demikianlah budaya baca tulis menjadi identitas baru di dunia modern ini. Baca-tulis tidak hanya sebagai sebuah aktivitas akademik, tetapi juga sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Selain itu, budaya baca-tulis menjadi perangkat utama sebagai penjaga keseimbangan informasi dan pengarah kemajuan peradaban.

Posted by: nana mulyana | September 7, 2009

Lirik We Will not Go Down

We will not go down Lyrics (Composed and Copyright 2009 by Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

We will not go down Lyrics

A blinding flash of white light

Lit up the sky over Gaza tonight

People running for cover

Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes

With ravaging fiery flames

And nothing remains

Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down

In the night, without a fight

You can burn up our mosques and our homes and our schools

But our spirit will never die

We will not go down

In Gaza tonight

Women and children alike

Murdered and massacred night after night

While the so-called leaders of countries afar

Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain

And the bombs fell down like acid rain

But through the tears and the blood and the pain

You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down

In the night, without a fight

You can burn up our mosques and our homes and our schools

But our spirit will never die

We will not go down

In Gaza tonight

(Composed and Copyright 2009 by Michael Heart)

Older Posts »

Categories

Design a site like this with WordPress.com
Get started