Posted by: nana mulyana | February 2, 2009

Teknologi Sederhana-Tepat Guna Menjawab Tantangan

Pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Dengannya hidup manusia dapat lebih mudah, produktif, efektif, dan efisien. Dalam skala nasional, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada hakikatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. IPTEK memberikan dukungan pada semua sektor kehidupan : ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, dan lain sebagainya. Pengembangan IPTEK di bidang-bidang tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan. Hal in bisa dilihat dari majunya negara-negara yang menguasai IPTEk dan tertinggalnya negara-negara yang tidak memiliki penguasaan atasnya.

Oleh karena itu, sudah semestinya suatu negara memberikan perhatian yang lebih untuk pengembangan IPTEK. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah sokongan terhadap berbagai upaya ‘research and development (R&D)’ penelitian dan pengembangan yang merupakan jantung dari IPTEK itu sendiri. Salah satu bentuk dukungan nyata dari hal tersebut adalah dikembangkannya universitas berbasis ‘research’ penelitian.

Ada dua jenis teknologi yang dikembangkan, best available technology dan best practical technology. Best avaiable technology berarti, pengembangan ditujukan untuk mencari teknologi baru dalam memecahkan suatu permasalahan sehingga teknologi tersbut berstatus ‘available’ tersedia. Misalkan teknologi penyulingan air laut milik kerajaan Arab Saudi yang mampu mengonversi air laut menjadi air tawar. Teknologinya berstatus “tersedia”, tetapi tidak praktis digunakan alias ribet, mahal, dan langka. Best practical technology berarti teknologi tersebut praktis dan dapat dibuat oleh sebagian besar orang (dalam hal ini orang di bidangnya). Ini tidak terlalu mahal, terkadang hampir setiap orang yang pernah lulus sekolah dasar dapat melakukannya. Untuk yang lebih sederhananya lagi, sering disebut teknologi sederhana. Conton untuk jenis teknologi ini adalah filter air sederhana dan turbin pengatur irigasi di desa-desa.

Selama ini penelitian besar-besaran yang dicanangkan adalah penelitian yang bersifat penemuan teknologi baru yang “wah”. Kita sangat berambisi untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari negara maju. Kita meniru habis-habisan teknologinya, tetapi sampai saat ini belum bisa membuat inovasi baru untuk menyainginya. Kita mati-matian mempelajari teori-teori baru yang mereka temukan, tetapi kita tidak mampu mengaplikasikannya. Sampai saat ini, terdapat banyak hasil penelitian kelas tinggi yang dihasilkan para peneliti kita. Akan tetapi, di sisi lain, begitu banyak permintaan teknologi baru dari “pasar” untuk membantu menyelesaikan permasalahan mereka  tidak terpenuhi. Ketika penemuan semakin banyak, sementara kebutuhan teknologi di masyarakat tidak terpebuhi, ini adalah hal yang kontradiktif. Hal ini berarti penemuan tersebut tidak dapat diaplikasikan sebagai best practical technology. Ini sebuah masalah yang harus diselesaikan segera.

Hasil penelitian yang tidak aplikatif menjadi penyebab tidak adanya karya nyata yang dihasilkan. Penelitian yang berbasis pengejaran ilmu tadi terlalu mengawang-ngawang untuk di aplikasikan di negara ini pada saat ini dengan segala keterbatasannya. Saat ini, kita membutuhkan penelitian yang aplikatif yang efeknya bisa langsung dirasakan masyarakat, yaitu best practical technology.

Selain kurang aplikatif, penelitian “canggih” tersebut juga memerlukan dana yang tidak sedikit. Banyak pihak yang bergelut di dunia non-IPTEK merasa keberatan jika pemerintah mengeluarkan dana untuk kegiatan penelitian. Maka tidak heran, ketika sokongan dana untuk penelitian menjadi sangat sulit diperoleh. Akhirnya, penelitian pun menjadi terhambat dan tidak berkembang.

Hal lain yang harus dipertimbangkan dalam hal penelitian ini adalah faktor SDM, infrastruktur, dan hubungan kerja sama dengan penelitian lain di luar negeri. Untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu  tidaklah mudah dan murah. Diperlukan kualitas SDM yang unggul dan infrastruktur yang memadai untuk menyokongnya. Saat ini, Indonesia masih dicap sebagai negara berkembang yang kualitas SDM rata-ratanya masih rendah. Demikian juga dari segi ekonomi, kita masih termasuk negara miskin. Sementara itu, infrastruktur menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam penelitian. Suatu penelitian tidak dapat berdiri sendiri. Suatu penemuan pasti didasari oleh penemuan-penemuan sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan juga kerja sama dengan pihak luar. Untuk melakukan hal ini, kita harus punya “brand” yang baik di mata mereka. Brand ini diperoleh dengan kualitas SDM yang dapat diandalkan.

Hasil dari sebuah penelitian adalah karya nyata, dalam hal ini teknologi. Teknologi kelak akan dipasarkan dan dipersaingkan di pasar global. Yang paling sesuai kebutuhan pasar lah yang akan menang. Untuk menghasilkan suatu produk penelitian yang baik dibutuhkan  input, proses, dan sistem penelitian yang baik. Bagi negara kita hal tersbut masih dalam tahap perkembangan. Dari hal ini, sulit kiranya kita untuk mampu bersaing dengan negara maju yang sudah sangat berpengalaman dalam hal research. Kemungkinan untuk menang masih ada, tetapi dibutuhkan usaha yang luar biasa besar untuk mencapainya. Hal ini juga harus dipikirkan mendalam.  Hal ini tidak efisien jika ternyata ada hal lain yang dapat dikembangkan dan memberi manfaat yang lebih besar atau minimal setera dengan penelitian “wah” tersebut.

Menurut penulis, hal lain yang lebih mampu berkembang di negara ini adalah penelitian teknologi sederhana tepat guna.  Sederhana berarti murah, dapat dilakukan tidak hanya oleh orang intelektual tinggi, dan dapat diaplikasikan. Tepat guna berarti sesuai sasaran, efektif dan efisien, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan biaya yang murah, diharapkan dapat melibatkan banyak pihak sehingga diperoleh hasil yang cepat dan berkualitas.  Penelitian ini dapat dilakukan tidak hanya oleh orang sekelas prefesor, tapi juga oleh mahasiswa, guru-guru sekolah, bahkan oleh para siswa sendiri. Yang paling penting adalah hasil penelitian ini dapat diaplikasikan langsung di masyarakat sebagai jawaban atas permasalahan yang sedang berkembang.

Penelitian yang alplikatif ini diharapkan akan mampu menjawab kebutuhan permintaan teknologi dalam negeri. Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dukungan teknologi untuk maju. Di antaran kebutuhan – kebutuhan tersebut adalah kebutuhan indutri rumah tangga, UKM, dan kebutuhan pasar lainnya yang kebutuhan teknologinya bisa dipenuhi oleh kemampuan anak-anak negeri. Secara SDM kita memilki cukup orang pintar untuk mampu menjawab kebutuhan teknologi ini. Jangankan untuk sebuah teknologi sederhana, yang lebih canggih sedikit pun, seperti roket dan pesawat terbang,  anak-anak negeri kita mampu membuatnya, tiidak perlu impor. SDM sudah ada, bahan-bahan sudah ada, pasar pun sudah ada. Tinggal sekarang adalah menghubungkan antara komponen-komponen tersebut sehingga bersinergi dan berkarya. Kita memerlukan usaha bersama agar penelitian aplikatif teknologi sederhana-tepat-guna ini dapat segera bergulir.  Dengan bantuan tekonologi, diharapkan akan mendobrak kondisi ekonomi Indonesia.

Terakhir, pengembangan teknologi sederhana tepat guna ini akan membangun budaya penelitian dan pengembangan di masyarakat. Hal ini karena mereka merasakan langsung hasil dari  penelitian ini. Dengan demikian, masyarakat pun akan ikut menjaga suasana demi terciptanya lingkungan yang kondusif untuk penelitian. Lebih jauhnya lagi, mereka terlibat secara langsung dalam hal research dan development ini. Inilah yang dibutuhkan dan yang dapat kita lakukan saat ini.

About these ads

Responses

  1. Pak Nana Mulyana, saya dan teman-teman ( kami 3 orang ), sudah mendapatkan teori dan cara-cara pembuatan biogas dari kotoran ternak, dan sudah pula mencari dan mendapatkan tempat untuk mempraktekkan teknologi tsb.
    Kalau boleh kami minta bantuan Bapak Nana Mulyana kiranya Bapak dapat memberikan nama-nama perorangan atau Badan yang dapat kami hubungi untuk mengajukan proposal proyrk sederhana ini. Terus terang kami ( 3 org ) belum memiliki pekerjaan yang tetap. Kalau pun komentar ini kami sampaikan melalui internet, itu semua kami lakukan dengan menyewa di tempat warnet-warnet. Saya sendiri 45 th dgn pendidikan D3 Politeknik, tetapi hanya berkeinginan untuk berwiraswasta saja. Sedang 2 org rekan saya hanya berpendidikan tingkat SMA.
    Mohon bantuan Bapak dapat membalas melalui email saya yoghiesyah@yahoo.com.
    Trima kasih

    Marno

  2. Terima kasih atas tulisannya, bang. Memang sekarang ini kita sedang menggapai ketertinggalan iptek dari bangsa2 maju, dan banyak teknologi yang dihasilkan selama ini masih harus di giring untuk lebih aplikatif terhadap kebutuhan masyarakat dengan menggunakan konsep menyandingkan budaya yang ada sesuai dengan masyarakat agraris. Namun itu perlu dukungan dari pemerintah. terima kasih, dan sukses selalu……..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: